Selasa, 29 Maret 2022

TRIK ABU NAWAS MENAKLUKAN PARA LELAKI YANG SUKA MENGGODA ISTRINYA

Oleh : Lukman NurHakim


Abu Nawas merupakan manusia yang selalu beruntung diberbagai hal dan sangat cerdas dalam setiap menyelesaikan masalah hidup orang banyak maupun masalah dirinya sendiri.

Disamping kecerdasanya yang dimiliki sudah teruji. Satu lagi keistimewaan  Abu Nawas, yaitu memiliki istri yang sangat cantik yang menjadi kembang desa,  membuat iri setiap para lelaki di kampungnya. Dengan kecantikan istri Abu Nawas, membuat siapapun yang melihat istri Abu Nawas, tak kuasa untuk tidak menggodanya. 

Para penggoda di pagi hari,  selalu ada dan berjejer di sepanjang jalan menuju pasar untuk menggoda istri Abu Nawas ketika berangkat dan pulang dari pasar. Sehingga Istri Abu Nawas marah namun tak bisa dilampiasan pada orang yang menggodanya.

Dalam kondisi kesal dan marah, istri Abu Nawas masih tetap mampu menyimpan dengan baik  ketika di goda para lelaki yang nongkrong di jalan menuju pasar.

Istri Abu Nawas hanya menampakkan muka murungnya pada suaminya ketika habis pulang dari pasar.

Tatapi istri Abu Nawaspun ingin membuktikan bagaimana kehebatan dan kecerdikan suaminya. Akhirnya disampaikanya masalah yang dihadapi ketika menuju dan pulang dari pasar kepada suaminya.

Wahai suami ku, Aku mau mengadu pada anda, agar setiap berangkat dan pulang dari pasar tidak ada yang mengodanya. Aku tahu, bahwa engkau orang cerdik.  Coba buktikan pada istrimu ini, tentang kecerdasan yang engkau miliki.

Abu Nawaspun berkata pada istri, "InsyaAllah persoalannya akan selesai besok, wahai istriku."

Sang istripun sangat yakin apa yang di sampaikan Abu Nawas akan terwujud, tapi Ia pun tidak tahu cara penyelesain yang dilakukan oleh suaminya.

Wahai Istriku (kata Abu Nawas),  Saya akan pergi ke pasar membeli sesuatu, untuk menjamu para lelaki yang suka menggodamu.

Istri Abu Nawas samakin binggung terhadap tingkah suaminya. Orang yang suka menggodanya, kok mau dikasih makanan dan suruh kumpul di rumah.

Abu Nawas pun pergi ke pasar untuk membeli ketela pohon (bodin kata orang Brebes), dan dalam perjalanan kepasar, ia sempatkan pula menemui para laki-laki yang yang suka menggoda istrinya. Agar mau menghadiri undangan darinya.

Para lelaki yang suka menggoda istri Abu Nawas, merasa senang  di panggil Abu Nawas suruh makan dirumahnya. Ia berpikir akan bertemu dengan istri Abu Nawas dan akan merasakan  makanan hasil  masakan istri Abu Nawas.

Oleh Abu Nawas, bodin yang ia beli di pasar dimasak sama,  hanya dikasih warna yang berbeda-beda pula. 

Setelah para tamu sudah datang, disuguhkanlah bermacam-macam bodin yang berwarna warni, untuk dinikmati.

Para tamupun menikmati hidangan yang disuguhkan oleh Abu Nawas.  Memakan bodin yang berwarna warni.

Pada saat para tamu memakan bodin yang warna putih, ada yang  kuning merah dan sebagainya. Mereka binggung. "Kok Rasanya sama" imbuh para tamu.

Akhirnya salah satu tamu, tak kuasa untuk menahan bicara.

"Wahai Abu Nawas, anda memasak bodin berwarna warni tapi kok rasanya sama, apa maksudnya ini."

Abu Nawaspun menjawab, " Syukurlah kalau anda mengerti, rasa bodin itu sama."

"Maksudnya apa wahai Abu Nawas" tanya para tamu yang semakin heran atas jawaban Abu Nawas.

Abu Nawas kembali menjelaskan kepada para tamu yang memenuhi undangannya. 

 “ Wahai saudara-saudaraku, aku mengundang anda hanya agar kalian menikmati hidangan bodin, dan perlu dicatat, bahwa bodin yang kalian makan adalah laksana istri-istri kita, mereka rasanya sama walapun warnanya berbeda-beda" 

Para tamupun sebagian mulai sadar akan maksud Abu Nawas memanggil mereka kerumahnya. 

Abu Nawaspun kembali menjelaskan " Istri kita memang ada yang tinggi, cantik dan sebagainya, tapi rasanya sama." 

Para tamupun saling melihat wajah satu sama lainnya. Ia merasa ditipu oleh Abu Nawas. Dan semuanya malu atas perbuatanya selama ini pada istri Abu Nawas. Tanpa ada yang mengomandoi akhirnya para tamu dengan sendirinya pergi dari rumah Abu Nawas. Dalam hati mereka " Ia telah tertipu dan malu pada Abu Nawas. Wallahu'alam Bishowab.

Kenangan pembawa acara (Gus Nadhif)  pada pernikahan gus minan dan neng zahra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar