Selasa, 29 Maret 2022

SEMOGA SAKINAH

SEMOGA SAKINAH, MAWADDAH WARAHMAH

Oleh : Lukman Nur Hakim


Luwungragi Brebes,  Minggu 17 Oktober 2021, Walimatul Ursy. Gus Minan dan Ning Zahra. Yang disampaikan oleh Prof. Dr. K.H. Said Agil Siradj M.A.  yang dikenal dengan sebutan Kyai Said atau Kang Said, Ketua Umum  Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. 

Setelah salam,  membaca hamdalah dan sholawat, Kyai Said baru berbicara tentang nikah. Menurut Kyai Said  nikah itu adalah ibadah yang universal karena tuntunan nikah tidak hanya ada pada Agama Islam. Namun setiap agama membicarakan hukum, akad dan tata cara pernikahan. Baik Kristen, Yahudi dan di Animisme pun ada. 

Nikah juga dapat diartikan ibadah yang verenial, artinya  pernikahan tidak hanya terhenti di dunia  tetapi sampai ke alam surga. Istri-istri yang ada di dunia kelak juga akan mendampingi suaminya (bersama) di surga.

Nikah menjadi ibadah yang terus-menerus dan bertahun-tahun, dapat disebut  ibadah yang paling lama.  Nikah adalah bentuk ibadah yang penuh kebahagiaan dan indah. Satu sisi lagi,  dalam pernikahan ada proses ideal  penciptaan manusia, ada  nikmat yang luar bisa antara mereka yang melakukan pernikahan.

Nikah menjadi proses manusia beragama yang dapat diniati ibadah kepada Allah Swt. menjalankan sunnah yang pernah dilakukan oleh Rasulullah Saw. Dan selanjutnya terdapat ibadah-ibdah yang lain dalam pernikahan,  termasuk  ibadah mengikut sunnah Rasulullah dalam membina keluarga, dan dalam rangka mendekatakan diri kepada Allah Swt. Dalam pernikahan ada kebahagian lain pula, seperti adanya perilaku saling mendukung dan memotivasi  untuk kebaikan. 

Nikah pada sisi lain, merupakan pertemuan jasmani dan rohani. Ada proses penyatuan jiwa dan  pertemuan budaya akhlak antara kedua mempelai. Sehingga dibutuhkan bagi mempelai laki-laki menunjukan bahwa "saya suami yang bertanggung jawab". Begitu juga bagi 
istri, tunjukkan pula "saya istri yang setia pada suami."

Dalam pernikahan di dalamnya tersurat membangun rumah tangga. 
Silahkan bangun umah yang besar, indah dan bagus. Tetapi harus ingat,  niatlah membangun tidak hanya untuk diri dan keluarga saja. Tetapi diniatkan juga untuk menghormati tamu, agar senantiasa rumah yang dibangun penuh dengan isian ibadah. 

Puncak nikah adalah pendidikan akidah atas kekuasaan Allah. Kedudukan manusia yang membutuhkan pasangan hidup dalam beragama harus melakukan pernikahan.  Sedangkan Allah Swt. sebagai Rabb  Dzat Yang Maha Kuasa atas semua alam,  tidak membutuhkan pasangan. Artinya semua makhluk hidup yang diciptakan Allah berpasang--pasangan sedangkan Dzat Penciptanya adalah Maha Tunggal (Esa).


Perjalanan Nikah

Ada proses perjalanan memilih pasangan hidup (nikah) hanya satu dan lebih dari satu. 

Pada saat masa kenabian, Nabi Harun dan Nabi Musa ada kebebasan menikah dengan wanita tanpa batas.  Karena saat itu sedang mengalami  krisis kaum laki-laki. Hal itu terjadi karena adanya kebijakan Raja Fir'aun yang membunuh semua bayi laki-laki, Sehingga bayi laki-laki yang dilahirkan semasa atau seusia Nabi Musa sangat minim jumlahnya, bahkan hampir tidak ada. Karena kebijakan Firaun yang sangat luar biasa, untuk membunuh bayi laki-laki yang lahir saat itu.

Kebijakan Fir'aun inilah membuat perkembangan saat usia dewasa laki-laki  yang seharusnya sudah siap nikah hampir tidak ada. Sehingga para kaum laki-laki saat itu diperbolehkan menikah lebih dari 4 (empat) wanita/ istri.

Adapun ajaran yang dibawa oleh Nabi Isa As. Yang sangat menghormati Ibunya, termasuk para kaum ibu-ibu yang lain. Maka bagi kaum laki-laki hanya boleh menikah dengan 1 wanita (istri) saja.

Sedangkan ajaran pada Nabi Muhammad Saw. ada pembatasan nikah. Seorang laki-laki maksimal memiliki 4 (empat) istri. Adapun kalau tidak mampu untuk berbuat adil kepada para istri, maka lebih baik hanya memiliki atau cukup satu istri saja. 

Islam menghormati perempuan terbukti  ada surat Annisa dan Maryam.  Dalam teks Al-Qur'an maupun Hadits antara laki -laki dan perempuan selalu disejajarkan, dengan kalimat muslimin dan muslimat.

Perempuan dalam Islam dimuliakan setinggi-tingginya, perempuan bagaikan bunga yang mekar dan perlu di sentuh agar dalam berbunga lama dan membawa warna harum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar