KHIDMAH PADA ILMU
Oleh : Lukman Nur Hakim.
Cirebon, Senen 6 Desember 2021. Promosi doktor H. Thobari di IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan judul Desertasi "Kepemimpinan Kyai Pesantren Tradisional dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Era Globalisasi." Studi kasus di Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi dan Pondok Pesantren Darussalam Jatibarang Brebes.
Dalam orasi ilmiah yang disampaikan oleh K.H. Subhan Ma'mun, diujian terbuka promosi doktor H. Thobari kepala MAN Kota Tegal. Beliau menyampaikan. Konsep pondok pesaantren tradisional Assalafiyah tetap mengacu pada kurikulum literatur karya-karya ulama terdahulu. Walaupun kondisi pondok pesantren berada pada era globalisasi.
Pesantren tradisonal memiliki ciri yang mengikat sangat kuat. Salah satunya mengakat perekonomian lingkungan stempat. Dunia pesantren tidak menerapkan monopoli usaha. Lingkungan Pondok diberi keleluasaan untuk menjajagan makanan maupun memenuhi kebutuhan para santri yang ada di Pondok Pesantren.
Karakteristik dan corak pesantren Tradisional secara umum mempunyai kebebasan penuh dalam sistem kurikulum yang diterapkan, lebih mengutamakan kesederhanaan, idealisme, persaudaraan, persamaan, rasa percaya diri dan keberanian. Di samping itu, adanya rumah tempat
kiyai bersama santrinya dalam pondok, memfungsikan masjid sebagai tempat kegiatan belajar mengajar. Posisi santri dan Kyai merupakan tokoh sentral di pesantren dalam proses belajar mengajar.
Sistem pondok pesantren tradisional, pengajarannya sangat kental dengan kitab-kitab Islam klasik. Walaupun pertumbuhan dan perkembang keberadaan pesantren tradisional ditengah masyarakat sering berhadapan dengan implikasi politis dan kultural yang menggambarkan sikap pengasuh pondok pesantren disepanjang sejarah.
Warna sikap pondok pesantren tradisional, dalam aktivitas keseharian tidak mengelola kebutuhan biologis para santri dan pemenuhan kebutuhan diri seperti kebersihan pakaian (Laundry). Semua diserahkan para santri untuk memilih kemana mereka akan memenuhi kebutuhan lapar dan hausnya serta kebersihan pakaiannya.
Pondok Pesantren tradisional memberi peluang usaha bagi mereka yang rumahnya dekat dengan pesantren. Kehadiran pesantren memiliki komitmen kuat untuk memberi kemanfaatan untuk peningkatan ekonomi masyatakat.
Selanjutnya lingkungan akan menjadi saksi, dari kebaikan para pengasuh pesantren dalam pengelolaan pendidikan. Tetangga kanan kiri, depan dan belakang. Ketika mereka melakukan persaksian terhadap pengelola pesantren dengan baik. Maka Allah SWT akan menerima kesaksian kebaikan dari para tetangga.
Kehadiran pesantren tradisional tidak dapat dipisahkan dari tuntutan kebutuhan umat. Pesantren tradisional menjaga hubungan yang harmonis dengan masyarakat di sekitarnya sehingga kehadirannya
mendapat dukungan dan apresiasi penuh. Alhasil penilaian positif dan keorisinilan menjadi wajah pesantren tradisional di mata masyarakat serta mendapat suport sistem pesantren tradisional untuk maju dan dikembangkan bersama-sama, antara pengasuh pesantren itu sendiri dan lingkungan pesantren.
Pesantren adalah ladang ilmu, dan perguruan tinggipun memiliki kedudukan yang sama. Mereka yang ada dikeduanya merupakan orang-orang yang mengabdikan diri pada ilmu. Maka dengan mengabdikan diri pada ilmu, secara otomatis mendapatkan fadhilah dari ilmu yang diajarkan. Secara langsung dijawab seketika itu dalam kehidupan di dunia "Orang yang mau mengabdikan (khidmah) pada ilmu, maka akan mendapatkan pertolongan atau bantuan dari manusia lainnya.
Khidmah pada ilmu tidak bisa lepas dari keinginan mendapat keberkahan, jalan petunjuk dan mengalirnya kucuran cahaya dari ilmu itu sendiri. Khidmah secara umum memiliki arti melayani atau membantu. Khidmah pada ilmu dapat dikatakan mengabdikan hidupnya untuk ilmu. Mengajar, meneliti dan mengembangkan keilmuan yang dimiliki untuk dapat disampaikan dan disebarluaskan untuk kepentingan pengetahuan orang banyak.
Khidmah pada ilmu, memilki makna juga menyampaikan ilmu dengan penuh kesabaran dan keikhlasan, yang semata-mata hanya mencari ridlo Allah SWT.